Tinggal Di Mana Setelah Menikah Nanti?

Tinggal Di Mana Setelah Menikah Nanti?

Inilah 6 Alternatif Tempat Tinggal Beserta Keuntungan dan Kerugiannya Perkara tempat tinggal setelah menikah memang cukup menjadi diskusi pelik yang rentan menimbulkan pertengkaran bagi pasangan yang sudah atau hendak menikah. Berbagai macam alternatif pun disebutkan. Apakah akan di rumah sendiri, rumah orang tua, apartemen, atau kontrak rumah. Belum lagi masalah di kota mana tempat kalian akan tinggal. Kalau saja punya budget yang cukup untuk membeli rumah idaman, maka semua masalah bisa sirna. Namun sebagian besar dari pasangan yang baru menikah belum memiliki anggaran keuangan yang settled untuk membeli sebuah rumah. Sehingga khusus untuk kalian para pasangan berbahagia, kami buatkan artikel ini khusus untuk kalian. Ada banyak contoh alternatif tempat tinggal untuk pasangan yang baru menikah.

1. Mengontrak rumah adalah pilihan paling masuk akal bagi pasangan muda yang baru saja menikah dan ingin mandiri. Kontrak rumah bisa menjadi pilihan bagi kalian yang ingin mandiri terpisah dengan orang tua. Keuntungan: Biaya kontrak bervariasi, menyesuaikan dengan lokasi rumah kontrakan dan fasilitas yang ada Tidak semahal kalau langsung beli rumah. Dengan ngontrak, Anda bisa merasakan hidup berdua secara mandiri tanpa gangguan dari pihak manapun. Kerugian: Namanya saja ngontrak, rumah yang ditinggali belum menjadi milik Anda. Bisa sewaktu-waktu ganti pemilik kontrakan, menyesuaikan dengan pemilik baru, dan lain sebagainya. Juga kemnungkinan akan sering berpindah-pindah rumah jika masa kontrak telah habis, kecuali diperpanjang.

2. Pihak perempuan adalah anak bungsu? Anda bisa ikut tinggal di rumah orang tua perempuan. Biasanya kalau perempuan/istri adalah anak bungsu, dia diminta untuk menjaga orang tuanya. Buat Anda yang jadi suami, bisa ikut tinggal di rumah orang tua perempuan. Keuntungan: Bisa lebih dekat dengan orang tua pihak perempuan. Biaya tempat tinggal bisa ditekan, karena ngumpul sama mertua. Biaya yang lain-lain seperti makan, air, listrik, dll bisa lebih dihemat karena tinggal bersama dalam satu rumah. Kerugian: Biasanya jika pasangan ada masalah, terpaksa mertua juga ikut tahu. Relationship mertua-menantu antara ayah istri dengan suami biasanya agak sensitif. Daerah privasi kalian lebih sedikit.

3. Tak harus di rumah orang tua perempuan. Rumah orang tua laki-laki juga tak masalah jika tempat tinggal kalian berdua di kota yang sama. Tinggal bareng mama mertua? Siapa takut. Jika keadaan lebih memungkinkan untuk tinggal bareng mertua pihak laki-laki, ya dilakoni saja. Keuntungan: Hampir sama dengan keuntungan tinggal di rumah orang tua perempuan. Khusus untuk wanita, bisa ikut belajar gaya hidup keluarga suami. Misalnya belajar masakan favorit suami. Kerugian: Relationship mertua-menantu antara ibu pihak suami dengan istri biasanya agak sensitif sehingga harusvpintar-pintar membawa diri.

4. Pasangan sama-sama masih mahasiswa dan tinggal di kota yang jauh dari orang tua? Kost pasutri bisa menjadi alternatif tempat tinggal sementara sebelum pindah ke rumah idaman. Tanpa bermaksud mendukung pernikahan dini, tapi ada juga alternatif tinggal di kost pasutri, bagi pasangan yang masih berstatus mahasiswa tetapi sudah menikah. Tak bisa dipungkiri, beberapa teman-teman ada juga yang cukup berani mengambil keputusan menikah ketika masih kuliah. Saat kondisi keuangan belum stabil, ditambah dengan tugas yang banyak, ngekost berdua adalah jawaban. Keuntungan: Karena ngekost, biaya sewanya relatif lebih murah daripada kontrak rumah. Bisa sambil belajar bareng (kalau sama-sama masih mahasiswa). Lokasi kost bisa disesuaikan dengan tempat aktifitas kalian. Kerugian: Ruang privasi kurang terjamin, karena kost itu sistemnya kamar per kamar. Kegiatan rumah tangga seperti memasak, dll, agak terkendala karena sempitnya ruangan.

5. Tinggal di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerja bisa menjadi solusi Anda dan pasangan sama-sama bekerja di kota yang sama tetapi malas menjadi komuter-line? Cobalah cari tempat tinggal di tengah kota yang cukup nyaman seperti apartemen. Keuntungan: Apartemen biasanya berlokasi dekat dengan keramaian/tempat kerja. Mudah menjangkau tempat-tempat strategis seperti mal, rumah sakit, sekolah, dsb. Huniannya relatif nyaman dengan pemandangan gedung-gedung tinggi. Kerugian: Biaya hidup di apartemen relatif lebih mahal. Harus mau bersahabat dengan hiruk-pikuk kota besar yang kerap menyebabnya stress. Parkir bayar, air galon dua kali lipat lebih mahal, dan biaya-biaya lain yang harus dipertimbangkan dengan pasangan.

6. Setelah mencoba mengajukan kredit bersama pasangan. Akhirnya kalian punya kesempatan mencicil rumah dengan KPR Nah, memiliki rumah sendiri adalah impian bagi setiap pasangan muda yang baru menikah. Salah satu cara untuk memiliki rumah adalah dengan mengajukan kredit KPR. Ada keuntungan spesial untuk kalian yang sudah menikah. Biasanya pihak bank akan lebih mudah mengabulkan proposal KPR bagi kalian yang sudah menikah. Karena penghasilan setelah menikah adalah sama dengan gabungan penghasilan istri & suami. Kalau kamu dan pasangan sudah sama-sama bekerja, tidak ada salahnya mengajukan KPR. Rumah idaman kelak akan segera di tangan.